Pages

Sabtu, 11 Februari 2012

Fakta Bahwa Naruto Berasal dari INDONESIA



http://leadmusik.blogspot.com




Berikut data-data yang berhasil di kumpulkan sebagai bukti Naruto adalah orang Indonesia:

Asal nama Naruto Narto

Mungkin yang pernah belajar Bahasa Jepang, tahu hal ini. Lidah orang Jepang itu agak "belibet", jadi ada perbedaan pengucapan orang Jepang untuk kata dengan konsonan yang dobel. Misal: Dragon > Duragon, Restoran > Resutoran, dll.
Makanya, jadilah si Narto itu menjadi Naruto di Jepang...

Bantuan dari ahlinya:
tapi kalo dari soal nama ada benernya juga sih.... NARUTO ditulisnya pake hurup KATAKANA bukannya HIRAGANA, berarti NARUTO itu adalah nama yang berasal dari luar jepang (asing), kalo nama jepang selalu ditulis dengan HIRAGANA..... dan NARUTO adalah memang berasal dari NARTO..... tapi apakah Masashi Kisimoto Sensei membuat nama karakter Naruto dari kata Narto?? Hanya dia yang tahu...


Bantuan dari yang lebih gila:
Naruto Shippuden=Narto Syaifudin


Asal Negara







Naruto dikisahkan berasal dari negara Api dengan iklim yang cerah dan hangat. Dimana lagi negara tropis dengan banyak gunung api aktif, selain di negara kita tercinta?...
Dan yang perlu agan tahu, INDONESIA ADALAH NEGARA YANG MEMILIKI POTENSI ENERGI PANAS BUMI (GEOTHERMAL) TERBESAR DI DUNIA...







Desa Tempat Tinggal
Penggemar serial ini pasti tahu Desa Konoha, yang berarti Desa Daun.
Agan tahu di manakan letak Desa Daun yang sesungguhnya?..
Coba cek di google: Desa Daun terletak di Kecamatan Sangkapura, letaknya di Pulau Bawean, Jawa Timur.
Ini dia penampakan salah satu sudut Desa Daun..



Liat papan nama di gapuranya..

Dan disinilah letaknya



Pemimpin Desa Konoha (Hokage)=Presiden RI
Kaya’nya udah berkali-kali postingan tentang ini. Cari di search aja kalau nggak percaya. Ane ulang dikit aja

1.Hokage Pertama: Senju Hasirama, Founding Father-nya Konoha. Presiden Soekarno dikenal sebagai Founding Father-nya Indonesia.Hokage Kedua, Senju Tobirama, adalah penerus dari Shodaime. Soeharto adalah penerus dari Soekarno. Rambut putih menjadi ciri khas mereka berdua.

2.Prof.BJ.Habibie dikenal sebagai Presiden yang paling pintar. Hokage Ketiga, Sarutobi, adalah Hokage yang mempunyai julukan “The Professor”, karena mengetahui & menguasai segala jurus di Konoha

3.
Hokage Keempat, Namikaze Minato, menjadi Hokage hanya sebentar, karena dia mati muda. Gusdur dikenal juga menjabat sebagai presiden dalam waktu singkat (2 tahun), karena dilengserkan.

4.Hokage Kelima, Tsunade, adalah hokage wanita pertama Konoha, dan merupakan keturunan langsung Hokage pertama. Megawati adalah Presiden wanita pertama Indonesia, merupakan putri Presiden pertama

5.Presiden Keenam RI adalah SBY. Hokage keenam belum ada, karena ketika Tsunade terluka Danzo hanya menjadi pejabat sementara. Calon terkuat adalah Hatake Kakashi, gurunya Naruto. Keduanya sama-sama cakep dan gagah. Coba tanya ibu-ibu yang milih SBY...

Apakah SBY=Danzo?
danzo=SBY
Danzo Anbu masa pemerintahan Tsunade
SBY Menhankam masa Megawati

Setahu ane, Danzo itu hanya pejabat sementara, yang menggantikan Tsunade waktu sakit parah. Jadi belum resmi menjadi hokage keenam. Para Tetua menyarankan agar Danzo sementara menjalankan tugas Hokage, untuk ikut pertemuan para Hokage.
Justru saat kekacauan itu, para shinobi dari Konoha lebih memilih Kakashi untuk menjadi Hokage. Apalagi setelah Danzo terbukti "berkhianat" dan kemudian tewas. Walaupun nggak jadi karena Tsunade sehat kembali, dan dapat bertugas menjadi Hokage...

Kondisi ini mirip dengan presiden kita. SBY adalah presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Kalau yang sebelumnya, kan dipilih oleh MPR/DPR, kalau di Konoha ada Dewan Penasihat (Elder) gitu..

Tingkatan Ninja=Tingkatan TNI/POLRI
Berikut tingkatan ninja dalam serial Naruto, dan terjemahannya kalau di Indonesia:
1. Genin > tamtama
2. Chunin > bintara
3. Jonin > perwira
4. Tokubetsu Jonin/Special Jonin > perwira menengah
5. Jonin Hancho/Commander Jonin > perwira tinggi/jenderal




Nah, lima bukti tersebut apakah masih meragukan? Mungkin para penggemar Naruto ada yang punya bukti lain...


Dan, inilah sosok Pak Narto yang sebenarnya:
Maaf fren, Pak Narto ini orangnya pemalu, jadi gak mau nunjukin wajahnya. Tapi, mirip dengan gambar Naruto yang di atas, kan? Paling nggak baju dan apinya, lah...




Jubah Akatsuki=Motif Batik Cirebon
Penggemar Naruto pasti tahu dengan Akatsuki, yang sekarang ini menjadi musuh utama para Shinobi di semua negara. Agan pasti juga familiar dengan jubah yang menjadi kostum para anggota Akatsuki





Nah, tak disangka tak diduga, ternyata, motifnya mengambil dari batik Mega Mendung dari Cirebon!...
nggak percaya? Ini penampakannya....







Makanan Kesukaan Naruto, Ada di Jogja
Teman-teman penggemar Naruto, pasti tahu makanan kesukaan Naruto kan?
Dan atas informasi dari Jogja, ternyata makanan kesukaan Naruto udah ada di Jogja...

Itu aslinya si (pak) Narto lagi makan di dalam warung itu.

Rabu, 08 Februari 2012

SENI MIXING AUDIO/MUSIK

      Telah berpuluh-puluh bahkan beribu-ribu (mungkin -red) tutorial-tutorial tentang mixing audio/musik yang saya temui dan banyak pula yang telah beredar di dunia maya maupun dalam bentuk buku-buku pegangan, mulai dari yang sederhana sampai dengan yang bersifat tehnis (mendetail dan rumit -red). Jika kita mencoba mempelajarinya satu per satu, maka hasilnya adalah suatu kebingungan yang luar biasa sebagaimana telah pernah saya alami. Akhirnya saya mencoba menghibur diri dengan berpatokan pada slogan "Mixing adalah sebuah seni" dan oleh karenanya, maka tidak ada satupun aturan tentang mixing yang bersifat "baku", semuanya itu tergantung kepada 'SI pe-mixing', dalam artian mau dibawa kemana hasil mixingannya tersebut, untuk konsumsi pribadi atau untuk memenuhi selera pasar ???? Jawabannya ada pada rumput yang bergoyang.
        Memang pada hakekatnya tidak dapat dibantah, bahwa untuk melakukan mixing yang bagus hasilnya ada 11 (sebelas) komponen yang perlu diperhatikan, yaitu : lirik, performance, melody, struktur lagu, konsep, harmony, instrumentation (pemilihan instrument), kualitas peralatan, density dan rhythm yang kesemuanya digabung menjadi satu dalam suatu mixing audio/musik. Terus terang tulisan ini tidak akan membahas  ke- 11 komponen tersebut satu per satu, dikarenakan ada yang lebih ahli dan berpengalaman dalam hal ini, tetapi tulisan ini hanya akan mem-fokuskan pada 'mixing audio/musik adalah sebuah karya seni' demikian David Gibson menulis dalam bukunya The Art of Mixing. Dan terus terang, penulis akui bahwa tulisan ini disarikan dari buku tersebut.


        Dengan pemahaman sebagai yang telah saya uraikan di atas (mixing adalah sebuah seni),   maka proses mixing audio/musik bukan lagi merupakan momok yang menakutkan bagi kita, bahkan kita bisa lebih enjoy  dan dapat berkreasi saat melaksanakan proses mixing audio/musik tersebut. Banyak orang (para SE) telah mengetahui apa yang mereka inginkan, tetapi ada kalanya mereka tidak mengerti bagaimana cara mewujudkan apa yang mereka inginkan tersebut ketika berada di dalam sebuah studio.


        Tulisan ini hanya ingin memberikan perspektif baru tentang bagaimana pola kerja berbagai instrument musik  dapat bekerjasama dengan apik dalam suatu kreasi mixing audio/musik. Karena sering terjadi, seseorang bisa saja beranggapan bahwa mixing audio/musik miliknyalah yang terbaik, tetapi  di lain pihak hasil mixing audio/musik tersebut dicemooh oleh orang lain. Pada dasarnya setiap grup band selalu menginginkan hasil mixing audio/musik yang terbaik sesuai dengan genre/jenis musik yang mereka bawakan. Ilustrasinya begini, tidaklah mungkin suatu grup band dengan genre Jazz bersedia menerima hasil mixing audio/musik yang dibangun/dikonsep seperti genre dangdut. Paham kan ??


         Lebih detilnya, tulisan ini hanya akan membantu anda menciptakan suatu 'konsep' audio visual yang biasanya menjadi pedoman baku bagi para Sound Engineer kenamaan. Untuk lebih jelasnya silahkan anda perhatikan gambar visualisasi di bawah ini  :


              Gambar tersebut menjelaskan kepada kita, bahwasanya suara dari instrument bass gitar  (bila kita letakkan di bagian depan) cenderung menutup atau menenggelamkan suara dari instrument lainnya, oleh karenanya  suara bass gitar ini dalam proses mixing audio/musik perlu mendapat perhatian khusus, hendaknya suara bass gitar tersebut tidak terlalu keras dan seimbang dengan suara kick drum karena keduanya memiliki fungsi ritmis dalam suatu lagu atau komposisi musik.


Tiga konsep baku yang harus kita perhatikan saat melakukan mixing audio/musik adalah :



1. Mapping Volume (front or back instrument) atau bisa kita sebut dengan penataan suara instrument sesuai dengan sumbu 'Z'.


Dengan memperhatikan gambar tersebut sampailah kita pada suatu kesimpulan bahwa dalam suatu proses mixing audio/musik tidak harus semua instrument tampil di depan bersama-sama dengan sang vokalis, haruslah ada suatu instrument yang menjadi latar belakang (background) audio/musik dan biasanya dipergunakan jenis string atau pad-string, atau bisa juga dari jenis yang lain semacam organ dsb.


2. Panning Instrument (peletakan sebelah kiri atau kanan) atau bisa kita katakan penataan instrument sesuai dengan sumbu 'X'.


      Dengan memperhatikan gambar tersebut di atas, sampailah kita pada suatu kesimpulan bahwasanya jangan sampai terjadi suara dari masing-masing instrument menumpuk jadi satu 'ditengah' sehingga suara sang vokalis jadi hilang lenyap atau tertutup suara musik pengiringnya. Karena pada dasarnya suara Vokal tersebut letaknya di tengah-depan.


3. Pitch as up and down (suara di atas atau di bawah), atau boleh kita sebut dengan penataan frekwensi audio sesuai dengan sumbu 'Y'.


            Dengan memperhatikan gambar tersebut di atas, kita dapat ambil kesimpulan bahwa perlu juga kita perhatikan penempatan frekwensi-frekwensi audio sesuai dengan karakter masing-masing instrument. Instrument-instrument semacam bells, cymbals atau high-string biasanya terdengar lebih tinggi letaknya bila dibandingkan dengan instrument-instrument semacam bass gitar, kick-drum atau rap booms. Silahkan anda simak dengan mendengarkan sebuah lagu kesayangan anda sendiri, perhatikan bagian atas, tengah dan bawah dari sistem speaker monitor kita. Frekwensi-frekwensi tinggi akan terasa berada di atas dari frekwensi-frekwensi rendah. Hal ini sesuai dengan rancangan sebuah sistem 3 way speaker monitor, seperti gambar di bawah ini.




      Tata letaknya adalah tweeter (untuk frekwensi atas) selalu terletak di bagian atas, dan woofer (frekwensi bawah/low) atau sub-woofer selalu dibagian paling bawah setelah midrange (frekwensi tengah).

         Kembali kepada permasalahan konsep dasar melakukan mixing audio/musik, maka 3 (tiga) hal pokok tersebut di atas bila kita gabungkan menjadi satu akan menjadi konsep 3 (tiga) dimensi yaitu selaras dengan sumbu 'Z', sumbu 'X' maupun sumbu 'Y' sebagaimana diilustrasikan dalam gambar berikut ini.



            
Hasilnya, mixing audio/musik yang kita kerjakan akan memenuhi semua space yang disediakan oleh perangkat stereo dari sistem speaker-monitor kita, selanjutnya bisa dikatakan hasil mixing audio/musik dengan menerapkan konsep tersebut di atas adalah sempurna adanya. Dan jika kita visualisasikan akan sesuai dengan gambar di bawah ini.





        Sekedar tambahan, tata letak frekwensi-frekwensi audio/musik bila kita perbandingkan dengan tubuh seorang manusia adalah seperti gambar di bawah ini.


     Selanjutnya, akan muncul pertanyaan, "Dimanakah selayaknya kita menempatkan instrument-instrument musik dalam suatu mixing audio/musik yang baik ?", jawabannya 'relatif' tergantung kepada mixing-man nya. Gambar di bawah ini hanyalah sebuah saran perihal penempatan instrument-instrument musik dalam proses mixing audio/musik yang sedang kita kerjakan.



      Sebagai akhir dari tulisan ini baiklah saya akan coba ajukan saran berupa beberapa konsep visualisasi mixing audio/musik dari beberapa genre musik.

Blues Mix

Rap Mix

 Reggae Mix
New Age Mix

 Akustik Jazz Mix

 Folk Music Mix



Big Band Mix



Light Orkestra Mix




Sekali lagi saya tegaskan, bahwa konsep-konsep visualisasi mixing audio/musik di atas bukanlah merupakan suatu aturan yang baku, tetapi minimal dapat dipergunakan sebagai bahan referensi agar mixing audio/musik yang kita kerjakan dapat berhasil maksimal atau mendekati sempurna.

Sabtu, 04 Februari 2012

Program Kotak Berjalan


Script nya :

Cls
Color 11
For i = 1 to 79
    Locate 1, i : Print chr$(196)
    Delay (0.03)
next i

Locate 1 , 79 : Print chr$(191)

For i = 1 to 24
    Locate i, 79 : Print chr$(179)
    Delay (0.03)
Next i

Locate 24, 79 : Print chr$(217)

For i = 78 to 1 step -1
    Locate 24, i : Print chr$(196)
    Delay (0.03)
Next i

Locate 24, 1 : Print chr$(192)

For i = 23 to 1 step -1
    Locate i, 1 : Print chr$(179)
    Delay (0.03)
Next i

Locate 1, 1 : Print chr$(218)
End

Program Perhitungan Menggunakan Turbo Basic



Berikut ini contoh program TURBO BASIC yang menggunakan statement IF, THEN, dan ELSE.....

cls
input “Jumlah Data :”n
dim nim$(n)
dim nama$(n)
dim niltgs(n)
dim nilkuis(n)
dim niluts(n)
dim niluas(n)

‘proses input data
cls
for i = 1 to n
cls
print “input data ke”i
input “NIM =”nim$(i)
input “Nama =”nama$(i)
input “Nilai Tugas =”niltgs(i)
input “Nilai Kuis =”nilkuis(i)
input “Nilai UTS =”niluts(i)
input “Nilai UAS =”niluas(i)
next i

‘proses tampil data
cls
print
print “_________________________________________________________”
locate 3,1:print “:”
locate 3,6:print “NIM”
locate 3,13:print “:”
locate 3,21:print “N A M A”
locate 3,35:print “:”
locate 3,37:print “N. Angka”
locate 3,46:print “:”
locate 3,48:print “N. Huruf”
locate 3,57:print “:”
print “_________________________________________________________”

‘proses menampilkan data
for i = 1 to n
locate 4+i,1:print “:”
locate 4+i,3:print nim$(i)
locate 4+i,13:print “:”
locate 4+i,15:print nama$(i)
locate 4+i,35:print “:”
nilangka=.25*niltgs(i) + .15*nilkuis(i) + .25*niluts(i) + .35*niluas(i)
locate 4+i,37:print using “##.##”;nilangka
locate 4+i,46:print “:”

if nilangka > 80 then
huruf$=”A”
else
if nilangka > 65 then
huruf$=”B”
else
if nilangka > 55 then
huruf$=”C”
else
if nilangka > 45 then
huruf$=”D”
else
huruf$=”E”
end if
end if
end if
end if

locate 4+i,52:print huruf$
locate 4+i,57:print “:”
next i
print